RENSTRA, RENOP, DAN VISI MISI MI SUDIRMAN KEMETUL

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

DAN RENCANA OPERASIONAL (RENOP)

DAN VISI MISI MI SUDIRMAN KEMETUL

Oleh: Slamet Umar

 

VISI, MISI DAN TUJUAN MADRASAH

 

VISI

”Mewujudkan Lulusan yang Berakhlakul Karimah Dan Berilmu Pengetahuan Luas”

 

INDIKATOR

1.  Berperilaku sesuai dengan ajaran Islam yang berdasarkan al-Quran dan Hadist

2.  Peningkatan kesadaran dalam beribadah

3.  Memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan

4.  Menghasilkan lulusan yang siap melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi

5.  Berprestasi dalam akademis maupun non akademis

 

MISI

1.  Menjadikan nabi Muhammad sebagai uswatun khasanah

2.  Melaksanakan kewajiban Islam dalam kehidupan sehari-hari

3.  Menerapkan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.

4.  Melaksanakan pembelajaran yang efektif

5.  Memberikan bimbingan yang optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki siswa.

 

TUJUAN

1.  Mampu membaca Al-Quran dengan benar dan tartil

2.  Mampu menerapkan kewajiban Islam dalam kehidupan sehari-hari

3.  Tercapainya KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)

4.  Meraih prestasi Akademis dan Non Akademis

5.  Mampu mewujudkan kecintaan dan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan

6.  Mewujudkan pendidikan berstandar Nasional yang meliputi kurikulum, pembelajaran kesiswaan, sarana, keuangan dan SDM.

7.  Menghasilkan lulusan yang dapat diterima di MTs Negeri atau SMP Negeri;

8.  Mengoptimalkan proses pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning), antara lain CTL, PAIKEM, serta layanan bimbingan dan konseling;


 

 

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

MI SUDIRMAN KEMETUL

A.   A. Analisis Lingkungan Strategis

Kebijakan “the new normal” berintikan pada perubahan perilaku atau kebiasaan. Kembali pada tatanan kehidupan baru, sebagai kehidupan yang produktif dan aman dari wabah virus corona. Tetapi, belum dapat dipastikan sekolah akan masuk pada pertengahan Juli 2020 atau ditunda bulan Januari 2021. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta kepada pemerintah agar tetap belajar dari rumah atau sekolah tetap ditutup.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI belum menetapkan waktu masuk kembali sekolah. Pembukaan kembali sekolah menunggu pertimbangan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19. Prinsipnya kesehatan dan keselamatan siswa menjadi prioritas utama.

Dengan adanya pembatasan interaksi, Kementerian Pendidikan di Indonesia juga mengeluarkan kebijakan yaitu dengan meliburkan sekolah dan mengganti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring). Dengan menggunakan sistem pembelajaran secara daring ini, terkadang muncul berbagai masalah yang dihadapi oleh siswa dan guru, seperti materi pelajaran yang belum selesai disampaikan oleh guru kemudian guru mengganti dengan tugas lainnya. Hal tersebut menjadi keluhan bagi siswa karena tugas yang diberikan oleh guru lebih banyak.

Kondisi ini menuntut dunia pendidikan, khususnya Madrasah, untuk memainkan peran strategis agar pergeseran nilai-nilai dan norma sosial tersebut  dapat  terkendali  dan  tidak menyimpang dari nilai-nilai luhur masyarakat kita. Pembiasaan-pembiasaan yang biasa dilakukan sebagai penanaman akhlak, menjadi terhambat. Anak-anak harus belajar di rumah dengan media online, dengan berbagai hambatan yang harus dihadapi.

Tantangan pendidikan Sistem pendidikan online pun tidak mudah. Di samping disiplin pribadi untuk belajar secara mandiri, ada fasilitas dan sumber daya yang mesti disediakan. Saya bersyukur masih mampu memfasilitasi anak kami untuk pendidikan jarak jauh, tapi saya mendengar keluhan banyak orangtua murid dan juga tenaga pendidik yang kesulitan, baik dalam menyediakan perangkat belajar seperti ponsel dan laptop maupun pulsa untuk koneksi internet.

Seiring dengan perkembangan IPTEK yang sangat pesat akan berpengaruh terhadap bidang yang lain misalnya budaya. Dunia maya yang tersebar di android, menjadikan anak bukan hanya menjadikan sebagai media belajar, tetapi menjadi media mainan yang menjauhkan anak dari dunia nyata. Banyak anak menggunakan android lebih banyak dihabiskan untuk bermain game dan juga media sosial. Sedikit sekali waktu yang menggunakan android sebagai media pembelajaran.

Serbuan budaya asing yang mengancam budaya bangsa kita, sebagian besar adalah melalui media maya dan media elektronik yang merupakan salah satu produk kemajuan IPTEK. Untuk itu diperlukan ketahanan budaya bangsa agar peninggalan luhur bangsa kita tidak punah. Lem baga pendidikan adalah salah satu garda terdepan untuk menjadi filter dan tameng terhadap serbuan budaya asing sekaligus sebagai cagar budaya untuk menjaga kelestarian budaya bangsa.

Keberadaan MI Sudirman Kemetul Kec. Susukan Kab. Semarang sebagai bagian dari penyelenggaraan pendidikan di Kab. Semarang tentu tidak dapat lepas dengan kondisi yang telah di uraikan di atas. Letaknya yang berada di Kab. Semarang Provinsi Jawa Tengah, membawa konsekuensi pada MI Sudirman Kemetul Kec. Susukan sebagai penghubung antara masyarakat kota kecil ( desa Susukan ) dengan masyarakat kota besar (Kab. Semarang ).

Dengan kondisi demikian Madrasah dituntut dapat mengakomodasi semua kepentingan, menyatukan perbedaan / mempersempit disparitas yang  ada,  sekaligus sebagai agen pembaharuan masyarakat. Dengan upaya penciptaan SDM yang berkualitas diharapkan dapat tercapai.

 

B.     Analisis Kondisi Pendidikan Saat Ini

Pemerintah saat ini tengah mengkaji aturan kenormalan baru atau new normal di sektor pendidikan. Salah satu opsi yang muncul adalah aturan tentang hanya sekolah di daerah dengan status hijau yang boleh menggelar proses belajar mengajar secara tatap muka. Itupun tetap dengan syarat harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Berbagai permasalahan muncul disaat pembelajaran harus dilakukan secara daring.  Kesulitan sinyal, kekurangan kuota, dan penggunaan aplikasi, menjadi masalah yang hampir dirasakan dalam pembelajaran daring. Pemerintah memberi solusi dengan ada belajar dari rumah melalui media televisi Nasional yaitu TVRI. Namun, media televisi merupakan media satu arah dirasa belum dapat menjawab kualitas capaian pembelajaran yang diinginkan.

Pembelajaran secara daring hanya bisa untuk transfer ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun kompetensi terkait praktik, sikap dan nilai perilaku, masih harus membutuhkan proses pendidikan dengan cara tatap muka.

Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020, sejumlah peraturan terkait pelaksanaan kebijakan baik PSBB maupun new normal ditetapkan, salah satunya tentang peliburan sekolah. Kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah dihentikan sementara dan digantikan dengan media yang efektif, dan akhirnya sampai berbulan-bulan.

Disisi lain masih adanya permasalahan mendasar pendidikan yang dihadapi bangsa kita adalah mutu dan pemerataan. Secara umum mutu pendidikan, baik input, proses, maupun out put, masih relatif rendah. Hal ini antara lain ditandai dengan batas nilai kelulusan relatif masih rendah dan kompetensi lulusan yang belum siap memasuki dunia kerja.

Pada sisi lain pendidikan dituntut untuk seperti mengikuti perubahaan (dinamika) yang terjadi dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik, keamanan, budaya dan IPTEK dalam masyarakat seperti yang diuraikan di atas. Untuk itu insan pendidikan harus dapat menyelanggarakan proses pendidikan yang efisien dan efektif dan relevan dengan menggunakan manajemen yang mantap (MBS) sehingga peningkatan mutu dan perluasaan akses yang menjadi tuntutan masyarakat dapat terpenuhi.

 

C.    Analisis Kondisi Pendidikan Masa Datang

Pendidikan adalah kunci Pendidikan merupakan kunci pembangunan sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia merupakan kunci terwujudnya Indonesia Emas 2045, yang adil dan sejahtera, aman dan damai, serta maju dan mendunia. Pendidikan yang akan menentukan kemana bangsa ini akan menyongsong masa depannya, apakah menjadi bangsa besar yang beradab, cerdas dan siap beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pendidik harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun peserta didik berada di rumah. Solusinya, pendidik dituntut mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online). Sesuai dengan Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Sistem pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat personal computer (PC) atau laptop yang terhubung dengan koneksi jaringan internet. Pendidik dapat melakukan pembelajaran bersama di waktu yang sama menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp (WA), telegram, instagram, aplikasi zoom ataupun media lainnya sebagai media pembelajaran.

Kondisi ini membawa pembelajaran kita memasuki dunia tanpa batas yang harus dihadapi. Dan membawa konsekuensi pada bangsa kita untuk membekali masyarakatnya dengan keterampilan dan pengetahuan serta etos kerja yang tinggi. Pada era persaingan ini modal yang diperlukan bagi suatu bangsa bergeser, bukan lagi bertumpu pada sumber daya alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang tinggi, tetapi terletak pada SDM yang berkualitas yang mampu melakukan efisiensi dan inovasi.

Penyelanggaraan pendidikan harus diupayakan seoptimal mungkin untuk dapat mendongkrak kualitas SDM kita. Upaya yang harus kita lakukan adalah:

1)      Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan .

2)      Peningkatan kualitas dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.

3)      Manajemen yang mantap dengan indikator:

-          Adanya perencanaan yang mendetail terhadap semua kegiatan yang akan dilakukan Kegiat an-kegiatan yang dilaksanakan terorganisasi dengan baik, terkondisi dan partisipasi tinggi.

-          Pelaksanaan kegiatan dengan proses yang bermutu, penuh inovasi, dan kontektual sehingga relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Adanya kontrol terhadap penyelenggaraan kegiatan dan disertai dengan evaluasi dan tindak lanjut. Untuk dapat melakukan upaya di atas dibutuhkan daya dukung, terutama dana yang cukup. Pendanaan ini tidak mungkin dapat dipenuhi oleh pemerintah. Partisipasi dari segenap masyarakat mutlak diperlukan. Paradigma pendidikan murah apalagi "gratis" perlu diluruskan, pendidikan merupakan investasi sumber daya manusia yang membutuhkan pembiayaan yang tinggi. Dengan pendidikan yang baik ( didukung dengan dana yang cukup ) akan dapat menghasilkan SDM yang berkualitas yang akan berdampak pada meningkatnya semua sektor kehidupan.

Dengan demikian tantangan yang dihadapi Madrasah pada masa mendatang cukup berat. Untuk itu dukungan dari berbagai pihak, khususnya pendanaan mutlak dipelukan inovasi penyelenggaraan pendidikan perlu terus dilakukan dengan dukungan dana yang cukup. Pada upaya pemenuhan kebutuhan dana menjadi tanggung jawab bersama antara Madrasah, masyarakat dan pemerintah.

 

D.    Identifikasi Tantangan Nyata

Permasalahan mendasar pendidikan saat ini adalah rendahnya mutu dan belum meratanya akses, di samping permasalahan yang lain yaitu berkaiatan dengan efisiensi, relevansi, dan manajemen. Permasalahan tersebut diduga akar permasalahan adalah kurangnya sarana dan prasarana, rendahnya kualifikasi dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan serta manajemen penyelenggaraan pendidikan yang belum efektif dan efisien.

Keterbatasn sarana dan prasarana dikarenakan keterbatasan dana yang dialokasikan pemerintah masih sangat kurang. Sementara partisipasi masyarakat dirasa juga belum optimal. Dan pihak Madrasah sendiri belum mampu mengali sumber pendanaan  alternatif.  Madrasah lebih banyak bertumpu pada pemerintah dan masyarakat .

Rendahnya kualifikasi dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan disebabkan rendahnya kesejahteraannya. Sehingga sejak awal input calon pendidik dan tenaga kependidikan yang lain adalah bukan yang terbaik. Sementara kemampuan Madrasah dan pemerintah untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi pendidik / tenaga kependidikan masih sangat te rbatas. Kurangnya dana merupakan salah satu kendala untuk mengatasi permasalahan ini.

Manajemen yang belum efektif dan efisien dikarenakan SDM yang ada masih belum memenuhi standar yang diharapkan. Di samping juga disebabkan oleh pola menajemen birokratis dan top down yang sekian lama dilakukan oleh Madrasah. Sementara implementasi manajemen yang ideal (MBS ) belum dapat sepenuhnya diterapkan dengan berbagai alasan dan latar belakang dan masih membutuhkan waktu yang cukup.

Dari gambaran di atas diperoleh tantangan nyata yang dihadapi Madrasah yaitu :

Ø  Peningkatan sarana dan prasarana ideal melalui peningkatan pendanaan. Peningkatan pendanaan yang harus dilakukan dengan pengalang partisipasi masyarakat, koordinasi dengan pemerintah dan mencari sumber pendanaan alternatif yang lain.

Ø  Peningkatan kualifikasi dan kompetensi pendidik sesuai dengan standar yang diharapkan Madrasah harus dapat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan dalam rangka peningkatan kualifikasi dan kompetensi pendidik. Paling tidak Madrasah harus dapat memfasilitasi upaya ini agar pendidik dan tenaga kependidikan dapat meningkatkan kualifikasi dan kompetensinya secara mandiri.

 

E.     Identifikasi Tantangan Nyata ( Kesenjangan Kondisi)

 

No

Kondisi saat ini

Kondisi yang diharapakan (lima tahun ke depan )

Kesenjangan

1

Standar lsi : Kurikulum

Standar lsi

 

 

Kurikulum 65 % memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 1-6 semua mapel)

Kurikulum 100% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 1-6 semua maple)

35%

2

Pengembangan Proses Pembelajaran

Pengembangan Proses Pembelajaran :

 

 

Proses pembelajaran belum Memenuhi standar nasional pendidikan, yaitu baru 50 % guru melaksanakan CTL

Proses pembelajaran sudah Memenuhi standar nasional pendidikan, yaitu 100% guru melaksanakan CTL

50%

3

Standar Kelulusan :

Standar Kelulusan

 

 

Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (rata-rata KKM 75 % dan rata-rata UN 7,97)

Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (KKM 100 % dan UN 7,00)

KKM 25 % GSA UN N : 0,03

 

Prestasi non akademik Madrasah masih rendah (rata-rata mencapai kejuaraan tingkat kabupaten/kota)

Prestasi non kademik Madrasah tinggi (rata-rata minimal mencapai kejuaraan tingkat provinsi)

1 tingkat

4

Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan :

Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan :

 

 

Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 90 % memenuhi standar nasional pendidikan

Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 100 % memenuhi standar nasional pendidikan

10%

5

Pengembangan Prasarana dan Sarana :

Pengembangan Prasarana dan Sarana :

 

 

Prasarana, sarana, media pembelajaran, bahan ajar, sumber belajar terdapat rata-rata 65% Memenuhi standar nasional pendidikan

Prasarana, sarana, media pembelajaran, bahan ajar, sumber belajar 100 % memenuhi standar nasional pendidikan

35%

6

Pengembangan Pengelolaan :

Pengembangan Pengelolaan :

 

 

70 % Fungsi-fungsi pengelolaan Madrasah memenuhi standrar nasional pendidikan

100 % Fungsi-fungsi pengelolaan Madrasah memenuhi standar nasional pendidikan

30%

7

Pengembangan Pembiayaan :

Pengembangan Pembiayaan :

 

 

Pembiayaan masih rendah (dibawah 30.000 rupaiah per bulan per anak atau sekitar 30 %)

Pembiayaan memenuhi standar nasional (diatas 100.000 rupiah per buIan per anak)

70%

8

Pengembangan Penilaian :

Pengembangan Penilaian :

 

 

Guru dan Madrasah 70 % melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan  tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan (rata-rata masih dibawah standar nasional, baik tingkat kesulitan maupun model-model yang digunakan)

Guru dan Madrasah 100% melaksanakan sistem penilaian sesuai standar nilai kurikulum k13 atau standar nasional pendidikan

30%

 

F.     VISI MADRASAH DALAM 5 TAHUN

" Terwujudnya lulusan berakhlakul karimah dan berilmu pengetahuan luas sesuai dengan perkembangan Zaman"

lndikator :

1.      Berperilaku sesuai dengan ajaran Islam yang berdasarkan al-Quran dan Hadist.

2.      Terwujudnya pendidikan yang bermutu menghasilkan prestasi akademik dan non akademik.

3.      Terwujudnya sikap, budi pekerti yang luhur didasari iman dan taqwa keteladanan dan profesionalisme

4.      Menghasilkan lulusan yang siap melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

 

G.    Misi Madrasah Dalam 5 Tahun

1.      Menjadikan nabi Muhammad sebagai uswatun khasanah

2.      Melaksanakan kewajiban Islam dalam kehidupan sehari-hari

3.      Menerapkan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.Melaksanakan pembelajaran efektif yang aktif, kreatif dan kondusif.

4.      Mengikutsertakan peranserta masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

5.      Mendorong terciptanya nuansa lslami sebagai perwujudan dari ilmu amaliyah dan beramal ilmiah.

 

H.    Tujuan Madrasah Dalam 5 Tahun

1.      Mampu membaca Al-Quran dengan benar dan tartil

2.      Mampu menerapkan kewajiban Islam dalam kehidupan sehari-hari

3.      Tercapainya KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)

4.      Meraih prestasi Akademis dan Non Akademis

5.      Mengoptimalkan proses pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning), antara lain CTL, PAIKEM, serta layanan bimbingan dan konseling;Memenuhi akan keadilan dan pemerataan pendidikan di lingkungan Madrasah.

 

I.       PROGRAM STRATEGIS

1.      Pengembangan sistem pendidikan yang adil dan merata di lingkungan Madrasah.

2.      Pengembangan sistem pendidiakn yang bermutu menghasilkan prestasi akademik dan non akademik.

3.      Pengembangan sistem sikap, budi pekerti yang luhur didasari iman dan taqwa.

4.      Pengembangan sistem partisipatif, transparan, dan akuntabel antara pihak-pihak terkait .

J.      STRATEGI PELAKSANAAN / PENCAPAIAN

1.      Menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah, Kementrian Agama, Dewan Pendidikan, Komite Madrasah dan stekholder lain.

2.      Pemberdayaan sumber daya manusia dan sumber daya lain di Madrasah.

3.      Menjalin kerjasama dengan organisasi keagamaan dan pemberdayaan siswa dalam kegiatan keagamaan.

4.      Pemberdayaan sumber daya manusia dalam penerapan manajemen berbasis Madrasah.

K.    HASIL YANG DIHARAPKAN

1.      Terealisasinya sistem pendidikan yang adil dan merata di lingkungan M adrasah.

2.      Terealisasinya sistem pendidikan yang bermutu menghasilkan  prestasi  akademik  dan non akademik.

3.      Terealisasinya sistem sikap, budi pekerti yang luhur didasari iman dan taqwa.

4.      Teralisasinya partisipatif, taransparan, dan akuntabel antara pihak-pihak yang terkait .

L.     MONITORING DAN EVALUASI

1.      Tujuan Monitoring dan Evaluasi

Monitoring merupakan kegiatan yang bertu juan untuk mengetahui apakah program Madrasah berjalan sebagaimana yang direncanakan, apa hambatan yang ter jadi dan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut. Jadi menekankan pada  pemantauan  proses pelaksanaan program.

Evaluasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui apakah program madrasah mencapai sasaran yang diharapkan. Jadi menekankan pada aspek hasil.

2.      Komponen Utama Monitoring dan Evaluasi

1)      Komponen Input

1)      Aspek tenaga kependidikan : Kepala Madrasah, guru, dan karyawan

2)      Aspek kesiswaan : Kondisi siswa dan prestasi siswa

3)      Aspek sarana dan pembiayaan

4)      Aspek peran dan masyarakat

2)      Komponen Proses

1)      Aspek kurikulum dan bahan ajar

2)      Aspek proses belajar mengajar

3)      Aspek Penilaian

4)      Aspek mana jemen dan kepemimpinan

3)      Komponen Output

1)      Aspek prestasi dan belajar siswa

2)      Aspek prestasi guru dan Kepala Madrasah

3)      Aspek prestasi Madrasah

3.      Pelaksana Monitoring dan Evaluasi

a.       Internal

1)      Kepala Madrasah

2)      Kepa la Madrasah dan Wakil Kepa la Madrasah

b.      Eksternal

1)      Komite Madrasah

2)      Dinas Pendidikan Kabupaten

3)      Bawasda Kabupaten

4)      Kemenag kabupaten

5)      lrjen Kemenag

4.      Waktu Monitoring

a.       Monitoring

1)      Internal : dilaksanakan setiap dua buIan sekali

2)      Eksternal : sesuai jadwal evaluasi

b.      Evaluasi

1)      Internal : dilaksanakan diakhir tahun pelajaran

2)      Eksternal : sesuai jadwal evaluasi

JADWAL MONITORING DAN EVALUASI

N o.

KEGIATAN

BULAN

7

8

9

10

11

12

1

2

3

4

5

6

1

Monitoring

 

 

 

 

ü

 

 

 

 

 

ü

 

2

Evaluasi

 

 

 

 

 

ü

 

 

 

 

 

ü

 


 

RENCANA PENGEMBANGAN MADRSAH (RPM)

MADRASAH IBTIDAIYAH SUDIRMAN KEMETUL KECAMATAN SUSUKAN

 

A.    TUJUAN SEKOLAH DALAM 5 TAHUN

Dalam kurun waktu 5 (Lima) tahun ke depan tujuan yang akan dicapai sekolah antara lain :

1.      Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif dan proaktif

a.       Menghasilkan perangkat kurikulum satuan pendidikan yang lengkap, mutakhir dan berwawasan ke depan

b.      Menghasilkan silabus untuk kelas 1 - 6 semua mata pelajaran

c.       Menghasilkan pemetaan SK, KD, lndikator, Aspek untuk kelas 1 - 6 semua mata pelajaran

d.      Menghasilkan RPP untuk kelas 1 - 6 semua mata pelajaran

2.      Terwujudnya proses pembelajaran yang efktif dan efisien

a.       Menghasilkan penyelenggaraan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan

b.      Menghasilkan medel pembelajaran dengan metode CTL, pendekatan relajar tuntas dan pendekatan pembelajaran individual

c.       Menghasilkanpengembangan strategi pembelajaran

3.      Terwujudnya lulusan yang cerdas dan kompetitif

a.       Menghasilkan pengembangan kegiatan bidang akademik

b.      Menghasilkan kepramukaan yang menjadi suri tauladan

c.       Menghasilkan kemampuan olahraga yang tangguh dan kompetetif

d.      Menghasilkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif

e.       Menghasilkan kemampuan KIR yang cerdas dan kompetitif

4.      Terwujudnya SDM pendidikan yang memiliki kemampuan dan kesanggupan verja yang tinggi

a.       Menghasilkan pengembangkan dan peningkatkan kopentensi tenaga kependidikan

b.      Menghasilkan standar profesionalitas guru

c.       Menghailkan standar kopetensi tenaga TU

d.      Menghasilkan standar monitoring dan evaluasi terhadap kineja guru dan TU

5.      Terwujudnya sarana dan prasarana pendidikan

a.       Menghasilkan fasilitas sekolah yang relevan, mutakhir dan berwawasan ke depan

b.      Menghasilkan pengembangan media pembelajaran

c.       Menghasilkan pengembangan sarana pendidikan

d.      Menghasilkan pengembangan prasarana

e.       Menghasilkan lingkungan sekolah sebagai wiyata mandala

6.      Terwujudnya manajemen sekolah yang tangguh

a.       Menghasilkan manajemen berbasis sekolah yang tangguh

b.      Menghasilkan implementasi MBS

c.       Menghasilkan pengembangan administrasi sekolah

7.      Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan yang memadai

a.       Menghasilkan pembiayaan pendidikan yang memadai, wajar dan adil

b.      Menghasilkan jalinan kerja dengan penyandang dana

c.       Menghasilkan penggalangan dana dari berbagai sumber

8.      Terwuiudnva standar penilaian presta si akademik dan non akademik

a.       Menghasilkan perangkat model-model penilaian pembelajaran yang otentik

b.      Menghasilkan implementasi model evaluasi

c.       Menghasilkan standar kurikulum muatan lokal

 

B.     PROGRAM STRATEGI

1.      Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif dan proaktif

a.       Pengembangan perangkat kurikulum satuan pendidikan yang lengkap, mutakhir dan berwawasan ke depan

b.      Pengembangan silabus untuk kelas 1 - 6 semua mata pelajaran

c.       Pengembangan  pembuatan  pemetaan  SK, KD, lndikator, Aspek untuk kelas 1-6 semua mata pelajaran

d.      Pengembangan RPP untuk kelas 1 - 6 semua mata pelajaran

2.      Terwujudnya proses pembelajaran yang efktif dan efisien

a.       Pengembangan penyelenggaraan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan

b.      Pengembangan medel pembelajaran dengan metode CTL, pendekatan relajar tuntas dan pendekatan pembelajaran individual

c.       Pengembangan strategi pembelajaran

3.      Terwujudnya lulusan yang cerdas dan kompetitif

a.       Pengembangan kegiatan bidang akademik

b.      Pengembangan kepramukaan yang menjadi suri tauladan

c.       Pengembangan kemampuan olahraga yang tangguh dan kompetetif

d.      Pengembangan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif

e.       Pengembangan kemampuan KIR yang cerdas dan kompetitif

4.      Terwujudnya SDM pendidikan yang memiliki kemampuan dan kesanggupan Kerja yang tinggi

a.       Pengembangkan dan peningkatkan kopentensi tenaga kependidikan

b.      Pengembangan standar profesionalitas guru

c.       Pengembangan standar kopetensi tenaga TU

d.      Pengembangan standar monitoring dan evaluasi terhadap kineja


 

5.      Terwujudnya sarana dan prasarana pendidikan guru dan TU

a.       Pengembangan fasilitas sekolah yang relevan, mutakhir dan berwawasan ke depan

b.      Pengembangan media pembelajaran

c.       Pengembangan sarana pendidikan

d.      Pengembangan prasarana

e.       Pengembangan lingkungan sekolah sebagai wiyata mandala

6.      Terwujudnya manajemen sekolah yang tangguh

a.       Pengembangan manajemen berbasis sekolah yang tangguh

b.      Pengembangan implementasi MBS

c.       Pengembangan administrasi sekolah

7.      Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan yang memadai

a.       Pengembangan pembiayaan pendidikan yang memadai, wajar dan adil

b.      Pengembangan jalinan kerja dengan penyandang dana

c.       Pengembangan penggalangan dana dari berbagai sumber

8.      Terwuiudnya standar penilaian presta si akademik dan non akademik

a.       Pengembangan perangkat model-model penilaian pembelajaran yang otentik

b.      Pengembangan implementasi model evaluasi

c.       Pengembangan standar kurikulum muatan lokal

 

C.    STRATEGI PELAKSANAAN/PENCAPAIAN

1.      Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif dan proaktif

a.       Terdapatnya perangkat kurikulum satuan pendidikan yang lengkap, mutakhir dan berwawasan ke depan

b.      Terdapatnya silabus untuk kelas 1 - 6 semua mata pelajaran

c.       Terdapatnya pembuatan pemetaan SK, KD, lndikat or, Aspek untuk kelas 1 - 6 semua mata pelajaran

d.      Terdapatnya RPP untuk kelas 1 - 6 semua mata pelajaran

2.      Terwujudnya proses pembelajaran yang efktif dan efisien

a.       Terdapatnya penyelenggaraan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan

b.      Terdapatnya model pembelajaran dengan metode CTL, pendekatan relajar tuntas dan pendekatan pembelajaran individual

c.       Terdapatnya strategi pembelajaran

3.      Terwujudnya lulusan yang cerdas dan kompetitif

a.       Terdapatnya kegiatan bidang akademik

b.      Terdapatnya kepramukaan yang menjadi suri tauladan

c.       Terdapatnya kemampuan olahraga yang tangguh dan kompetetif

d.      Terdapatnya kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif

e.       Terdapatnya kemampuan KIR yang cerdas dan kompetitif

4.      Terwujudnya SDM pendidikan yang memiliki kemampuan dan kesanggupan Kerja yang tinggi

a.       Terdapatnya peningkatkan kopentensi tenaga kependidikan

b.      Terdapatnya standar profesionalitas guru

c.       Terdapatnya standar kopetensi tenaga TU

d.      Terdapatnya standar monitoring dan evaluasi terhadap kineja guru dan TU

5.      Terwujudnya sarana dan prasarana pendidikan

a.       Terdapatnya fasilitas sekolah yang relevan, mutakhir dan berwawasan ke depan

b.      Terdapatnya media pembelajaran

c.       Terdapatnya sarana pendidikan

d.      Terdapatnya prasarana

e.       Terdapatnya lingkungan sekolah sebagai wiyata mandala

6.      Terwujudnya manajemen sekolah yang tangguh

a.       Terdapatnya manajemen berbasis sekolah yang tangguh

b.      Terdapatnya implementasi MBS

c.       Terdapatnya administrasi sekolah

7.      Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan yang memadai

a.       Terdapatnya pembiayaan pendidikan yang memadai, wajar dan adil

b.      Terdapatnya jalinan kerja dengan penyandang dana

c.       Terdapatnya  penggalangan dana dari berbagai sumber

8.      Terwuiudnya standar penilaian prestasi akademik dan non akademik

a.       Terdapatnya perangkat model-model penilaian pembelajaran yang otentik

b.      Terdapatnya implementasi model evaluasi

c.       Terdapatnya standar kurikulum muatan lokal

 

D.    HASIL YANG DIHARAPKAN

1.      Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif dan proaktif

a.       Terealisasinya perangkat kurikulum satuan pendidikan yang lengkap, mutakhir dan berwawasan ke depan

b.      Terealisasinya silabus untuk kelas 1 - 6 semua mata pelajaran

c.       Terealisasinya pembuatan pemetaan SK, KD, lndikat or, Aspek untuk kelas 1 - 6 semua mata pelajaran

d.      Terealisasinya RPP untuk kelas 1 - 6 semua mata pelajaran

2.      Terwujudnya proses pembelajaran yang efktif dan efisien

a.       Terealisasinya penyelenggaraan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan

b.      Terealisasinya medel pembelajaran dengan metode CTL, pendekatan relajar tuntas dan pendekatan pembelajaran individual

c.       Terealisasinya strategi pembelajaran

3.      Terwujudnya lulusan yang cerdas dan kompetitif

a.       Terealisasinya kegiatan bidang akademik

b.      Terealisasinya kepramukaan yang menjadi suri tauladan

c.       Terealisasinya kemampuan olahraga yang tangguh dan kompetetif

d.      Terealisasinya kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif

e.       Terealisasinya kemampuan KIR yang cerdas dan kompetitif

4.      Terwujudnya SDM pendidikan yang memiliki kemampuan dan kesanggupan Kerja yang tinggi

a.       Terealisasinya dan peningkatkan kopentensi tenaga kependidikan

b.      Terealisasinya standar profesionalitas guru

c.       Terealisasinya standar kopetensi tenaga TU

d.      Terealisasinya  standar  monitoring dan evaluasi terhadap kineja guru dan TU

5.      Terwujudnya sarana dan prasarana pendidikan

a.       Terealisasinya fasilitas sekolah yang relevan, mutakhir dan berwawasan ke depan

b.      Terealisasinya media pembelajaran

c.       Terealisasinya sarana pendidikan

d.      Terealisasinya prasarana

e.       Terealisasinya lingkungan sekolah sebagai wiyata mandala

6.      Terwujudnya manajemen sekolah yang tangguh

a.       Terealisasinya manajemen berbasis sekolah yang tangguh

b.      Terealisasinya implementasi MBS

c.       Terealisasinya administrasi sekolah

7.      Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan yang memadai

a.       Terealisasinya pembiayaan pendidikan yang memadai, wajar dan adil

b.      Terealisasinya jalinan kerja dengan penyandang dana

c.       Terealisasinya penggalangan dana dari berbagai sumber

8.      Terwuiudnya standar penilaian prestasi akademik dan non akademik

a.       Terealisasinya perangkat model-model penilaian pembelajaran yang otentik

b.      Terealisasinya implementasi model evaluasi

c.       Terealisasinya standar kurikulum muatan lokal


 

II.      RENCANA OPERASIONAL (RENOP)

A.       Analisis Lingkungan Operasional Sekolah

1.      Kondisi sosial :

Semakin membaiknya sektor perekonomian, dan semakin kondusifnya suhu politik serta didukung stabilitas keamanan yang mantap, diharapkan akan menciptakan kondisi sosial yang mampu mendukung pelaksanaan program-program pembangunan di kecamatan Susukan Kabupaten Semarang.

2.      Kondisi ekonomi :

Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang  yang sebagian besar wilayahnya berupa lahan pertanian menyebabkan mayoritas penduduknya menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, baik sebagai petani pemilik lahan, petani penggarap ataupun buruh tani. Selain sebagai petani, sebagian lainnya bekerja sebagai pedagang, pegawai atau karyawan, dan sebagian kecil bekerja sector informal lainnya.

Melalui komite sekolah partisipasi masyarakat diharapkan semakin meningkat sehingga Komite Sekolah akan semakin berdaya dalam mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan pada tahun yang akan datang.

3.      Kondisi perpolitikan :

Suhu politik di Kabupaten Semarang masih kondusif, dikarenakan pelaksanaan PILKADA langsung dalam masa pamdemi ini, tidak membuat masyarakat tidak begitu memikirkannya. Pilkada akan dilkasanakan di bulan Desember 2020.

Dengan pemerintahan baru maka diharapkan dapat mewujudkan program-program pembangunan yang menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk program pembangunan di bidang pendidikan.

4.      Kondisi Keamanan :

Stabilitas keamanan di kecamatan Susukan Kabupaten Semarang untuk satu sampai lima tahun yang akan datang diharapkan tidak ada permasalahan, sehingga dapat menciptakan kondisi yang mantap agar dapat menjamin berlangsungnya pelaksanaan program pembangunan termasuk didalamnya program­program pembangunan dibidang pendidikan.

5.      Kondisi Budaya:

Kultur masyarakat agraris dan agamis yang mendominasi struktur kependudukan kecamatan Susukan Kabupaten Semarang melatar belakangi tumbuh suburnya budaya-budaya tradisional yang ada dimasyarakat kecamatan Susukan Kabupaten Semarang.

Guna membekali para siswa agar mampu melakukan filtrasi terhadap nilai-nilai budaya baru yang tidak baik, maka sekolah membekali siswa dengan nilai-nilai budaya tradisional dan islami yang berakar pada budaya yang berkembang di masyarakat melalui berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler baik di bidang seni tradisional, bidang keagamaan maupun bidang olahraga.

6.      Perkembangan IPTEK:

Dalam bidang pertanian, kemajuan teknologi sangat dirasakan dapat membantu petani untuk meningkatkan penghasilan. Teknologi komunikasi mulai merambah wilayah perdesaan, masuknya operator jaringan seluler dengan membangun tower atau menara untuk memperluas jangkauan layanannya di pedesaan hampir tersebar di seluruh kecamatan Susukan Kabupaten Semarang.

Teknologi dalam gengaman, menjadikan media pembelajaran jarak jauh pun harus dilalui dimasa pamdemi ini. Sarana yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran online terus berkembang. Pembelajaran e-learning, dengan aplikasi zoom, google classroom, youtube, maupun media sosial whatsapp. 

 

B.       Analisis Pendidikan Sekolah Saat Ini

Struktur kurikulum SD/MI meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai Kelas I sampai dengan Kelas VI. Struktur kurikulum SD/MI disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut.

Wabah covid telah menghadirkan bberbagai perubahan. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama secara resmi menerbitkan surat keputusan (SK) terkait Panduan Kurikulum Darurat pada Madrasah di tengah mewabahnya virus corona (Covid-19) yang melanda Indonesia saat ini.

Panduan yang tercantum dalam SK Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2791 Tahun 2020, tertanggal 18 Mei 2020 itu berlaku bagi jenjang pendidikan madrasah mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

No

Kondisi saat ini

1

Standart isi

 

a. Kurikulum  K13 pelaksanaannya 50% memenuhi SNP (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 1-6 semua mapel) disusun untuk kelas 1-6 semua mapel)

 

C.       Analisis Pendidikan Sekolah 5 Tahun Kedepan

No

Kondisi saat ini

1

Standart isi

 

a. Kurikulum  K13 100% memenuhi SNP (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 1-6 semua mapel) disusun untuk kelas 1-6 semua mapel)

D.  Analisa Kesesuaian dengan Visi Misi

No

Kondisi saat ini

Kondisi yang diharapkan 1 tahun ke depan 

Besarnya tantangan nyata

1

Standart isi

 

 

 

a. Kurikulum  K13 50% memenuhi SNP (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 1-6 semua mapel) disusun untuk kelas 1-6 semua mapel)

a. Kurikulum  K13 100% memenuhi SNP (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 1-6 semua mapel) disusun untuk kelas 1-6 semua mapel)

50%

 

E.       TUJUAN SITUASIONAL/ SASARAN

1.      Madrasah mengembangkan silabus Kelas 1-6 semua mata pelajaran pada tahun 2020- 2025 sesuai dengan standar kurikulum nasional.

2.      Madrasah mengembangkan pemetaan SK, KD Kelas 1-6 8 semua mata pelajaran pada tahun 2020-2025 sesuai dengan standar kurikulum nasional.

3.      Madrasah mengembangkan  RPP Kelas 1-6 semua mata pelajaran pada tahun 2020-2025 sesuai dengan standar kurikulum nasional.

4.      Madrasah mensosialisasikan dokumen kurikulum (UU, PP, Permen, K13, dan Kurikulum darurat Kemenag 2020) kepada guru.

5.      Madrasah mengembangkan Kurikulum Tahun 2013 Setiap Mapel, baik mapel umum maupun agama pada tahun 2020-2025 sesuai dengan standar isi.

 

F.                 Kesesuaian Renstra dan Renops, Visi, Misi, dan Tujuan Madrasah

Perencanaan memiliki yang telah tersusun untuk lima tahun ke depan adalah harapan kedepan. Hampir rata-rata sudah tercapai secara perlahan. Pada tahun ini bertepatan awal perencanaan retra dan repno terbaru. Perencanaan ini hampir semuanya dapat dilaksanakan, sesuai waktu yang ditentukan. Pengalaman-pengalaman dari tahun-tahun yang lalu, memberikan berbagai modal semangat untuk tetap melaksanakan denga sebaik-baiknya.

Perencanaan yang matang, tentunya masih ada kelemahan-kelemahan yang akan ditemui. Kelemahan perencanaan yang pernah terjadi diantaranya:

a.       Kegiatan yang terangkum dalam perencanaan kemungkinan berlebihan yang mengakibatkan implementasinya akan mengalami stagnasi.

b.      Terkadang kegiatan perencanaan memiliki kecendrungan untuk menunda kegiatan.

c.       Seringkali perencanaan terlalu membatasi manajemen untuk berkreatifitas dan berinsiatif.

d.      Terkadang penyelesaian untuk suatu masalah tertentu dapat diselesaikan secara baik pada saat masalah tersebut muncul.

e.       Beberapa rencana yang diikuti cara-cara yang tidak konsisten.

Dengan melihat kelemahan tersebut menjadikan madrasah lebih optimis untuk melaksanakan berbagai program yang akan disepakati bersama. Melihat perencanaan itu, penulis memberi beberapa penambahan dan pengurangan yang dikiranya dapat melengkapi keberadaan Renstra dan Renops yang untuk 5 tahun mendatang.

Perencanaan ini sudah selaras dengan keberadaan visi, misi, dan tujuan madrasah. Indikasi keberhasilan ini sudah tercapai dengan melihat kesesuaian dengan berjalannya waktu. Beberapa renstra dan renops telah kami sesuaikan dengan visi, misi, dan tujuan madrasah. Beberapa tambahan berkaitan denga tujuan strategis madrasah agar tercapainya visi, misi, dan tujuan madrasah.

Perencaan yang dipastikan berubah adalah berkaitan dengan pembelajaran jarak jauh yang belum bisa dipastikan sampai berapa lama akan berakhir. Dan madrasah pun tak akan lepas untuk ikut bergerak dalam penganggulangan penularan covid’19.  

Sesuai dengan SK Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama akan diadakannya Kurikulum Darurat pada Madrasah di tengah mewabahnya virus corona yang melanda Indonesia saat ini. Pembelajaran di sekolah dapat dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Dengan kerjasama yang baik antara kepala madrasah, guru dan orang tua harus saling menguatkan untuk berkolaborasi mewujudkan pendidikan yang lebih baik di era normal baru.

 


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hymne Madrasah Ibtidaiyah

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Label

Postingan Populer

Label